Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) adalah sayap pendidikan resmi Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan untuk mengelola dan mengembangkan lembaga pendidikan formal (sekolah dan madrasah) serta non-formal, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, dengan tujuan mewujudkan pendidikan berkualitas, berkarakter kebangsaan, moderat, dan berbasis nilai-nilai Ahlussunnah Waljamaah (ASWAJA). Didirikan pada 19 September 1929, LP Ma’arif NU berupaya mencetak generasi berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan, serta menjadi agen perubahan sosial dengan mengintegrasikan pendidikan agama dan umum.
Sejarah Singkat
- Pendirian: Dibentuk pada Muktamar ke-4 NU di Semarang, 19 September 1929, atas inisiatif tokoh-tokoh NU seperti KH. Abdullah Ubaid, KH. Wahid Hasyim, dan KH. Machfudz Shiddiq.
- Tujuan Awal: Mewadahi lembaga pendidikan di lingkungan NU, melakukan pembaharuan, dan memperkuat eksistensi NU di bidang pendidikan.
Visi dan Misi
- Visi: Mewujudkan lembaga pendidikan unggul dan kompetitif untuk mengawal peradaban dunia, mencetak insan beradab.
- Misi:
- Menyelenggarakan pendidikan berkualitas dan terjangkau.
- Mengembangkan sistem pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) berbasis ASWAJA.
- Membentuk karakter pelajar yang cerdas, berakhlak, toleran, dan moderat.
- Bekerja sama dengan pemerintah (Kemendikbud, Kemenag) dan pihak swasta untuk peningkatan mutu.
Ruang Lingkup dan Keberadaan
- Cakupan: Tersebar di seluruh Indonesia, menaungi ribuan sekolah (TK, SD, SMP, SMA/SMK) dan madrasah (MI, MTs, MA), serta beberapa perguruan tinggi.
- Keterlibatan: Aktif dalam pengembangan pendidikan nasional, baik sekolah maupun madrasah.
Keunikan dan Ciri Khas
- Integrasi Nilai: Mengajarkan ilmu umum (Matematika, IPA) sambil menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama (ASWAJA).
- Benteng Keharmonisan: Menjadi penjaga harmoni sosial di tengah isu intoleransi melalui pendidikan berbasis nilai.
- Tantangan: Berjuang mengatasi keterbatasan infrastruktur, pendanaan, dan adaptasi digital, sebagian besar mengandalkan swadaya dan gotong royong.
Struktur Pengurus (Pusat)
- Ketua Umum: Muhammad Ali Ramdhani (Periode 2022-2027).

